Jumat, 04 November 2016

Job Desk & Job Spek (Direksi Pemasaran)



Job desk adalah evaluasi sistematis terhadap tugas-tugas, lingkungan kerja, alat, bahan dan perlengkapan yang berkaitan dengan kinerja suatu pekerjaan
Job Spec yaitu merinci keterampilan, kemampuan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan secara efektif



Direktur Pemasaran
Job Specifications
1. Pendidikan: Perguruan Tinggi (S-1)
2. Pengalaman: Minimal 1 (satu) tahun dalam bidangnya.
3. Kemampuan:
a. Menguasai dasar-dasar ilmu pemasaran, penjualan, promosi, advertising, administrasi, entertainment, perfilman, broadcasting, photography, keuangan, urusan umum, komputer dan pembukuan.
b. Dapat membuat, menyusun dan mengerjakan konsep dan kerangka kerja yang berhubungan dengan penjadwalan, aplikasi, pengawasan dan pengembangan.
c. Mampu merencanakan, mengadakan dan mengatur negosiasi dengan pihak-pihak lain.
d. Mampu dan aktif berbahasa Inggris
4. Kecekatan dan Kecermatan: Dapat memprediksi dan mengestimasi variabel resiko dan peluang.
5. Kepemimpinan: Dapat memimpin bawahan dengan baik dalam rangka melaksanakan pekerjaannya.
6. Prakarsa: Memiliki prakarsa yang berkaitan dengan tugas terhadap bawahannya.
7. Analisa: Memiliki kemampuan menganalisa kinerja pemasaran, penjualan dan promosi dengan baik dalam rangka pelaksanaan tugas dan pengawasan

Job Desk
A.    TUGAS PERENCANAAN
1.      Melakukan perencanaan strategi pemasaran dengan memperhatikan trend pasar dan sumber daya perusahaan
2.      Merencanakan marketing research yaitu dengan mengikuti perkembangan pasar, terutama terhadap produk yang sejenis dari perusahaan pesaing
3.      Melakukan perencanaan analisis peluang pasar.
4.      Melakukan perencanaan tindakan antisipatif dalam menghadapi penurunan order
5.      Menyusun perencanaan arah kebijakan pemasaran.
6.      Melakukan identifikasi dan meramalkan peluang pasar.
7.      Merencanakan pengembangan jaringan pemasaran.

B.     TUGAS PELAKSANAAN
1.      Memimpin seluruh jajaran Departemen Marketing sehingga tercipta tingkat efisiensi, efektivitas, dan produktivitas setinggi mungkin.
2.      Menciptakan, menumbuhkan, dan memelihara kerja sama yang baik dengan konsumen.
3.      Merumuskan target penjualan.
4.      Merumuskan standard harga jual dengan koordinasi bersama Direktur Operasional serta Departemen terkait.
5.      Menanggapi permasalahan terkait keluhan pelanggan jika tidak mampu ditangani oleh bawahan.
6.      Mengesahkan Prosedur dan Instruksi Kerja di Departemen Marketing.
7.      Melakukan pengendalian terhadap rencana-rencana yang sudah disusun untuk menjamin bahwa sasaran  yang  ditetapkan dapat terwujud, misalnya : volume penjualan dan tingkat keuntungan.
8.      Melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi penurunan order.
9.      Memberikan persetujuan kredit pelanggan dalam batas – batas yang wajar.\
10.  Melakukan demarketing jika terjadi overload produksi.
11.  Melakukan analisa pelanggan yang mengalami kecenderungan kredit macet.
12.  Melakukan analisa perilaku pasar / konsumen sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemasaran.
13.  Melakukan analisa Peraturan Pemerintah berkenaan dengan tata niaga kertas sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemasaran.
14.  Melakukan penilaian karya kepada Kepala Bagian Marketing
15.  Memantau potensi bawahan untuk dilakukan pembinaan sehingga menjadi lebih baik.
16.  Melakukan tugas – tugas lain yang ditetapkan oleh atasan sehubungan dengan fungsi di Departemen Marketing.

C.     TUGAS PENGAWASAN
1.      Melakukan pengawasan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran yang telah ditetapkan.
2.      Melakukan pengawasan efisiensi dan efektivitas kegiatan kerja di Departemen Marketing.
D.    TANGGUNG JAWAB
1.      Bertanggung jawab terhadap strategi pemasaran yang telah disusun.
2.      Bertanggung jawab atas efisiensi dan efektivitas kerja di Departemen Marketing.
3.      Bertanggung jawab dalam membina hubungan baik dengan konsumen.
4.      Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-tugasnya kepada Direktur Operasional.
5.      Bertanggung jawab atas konsistensi pelaksanaan prosedur yang berlaku di Bagian Marketing dan melakukan analisa atas efisiensi prosedur tersebut.
6.      Bertanggung jawab atas kedisiplinan kerja bawahan sesuai dengan ketentuan perusahaan yang berlaku.

E.     WEWENANG TUGAS
1.      Berwenang merumuskan kebijakan pemasaran perusahaan.
2.      Berwenang untuk memutuskan harga jual hasil produksi.
3.      Pada kondisi tertentu, berwenang untuk menolak permintaan order dari konsumen.
4.      Berwenang untuk melakukan penyempurnaan pola kerja di Departemen Marketing
5.      Berwenang untuk melakukan koreksi terhadap harga CN Kontrak apabila terjadi kesalahan.

Tinjauan Pustaka

Soegoto, Eddy Soeryanto, (2008), Enterpreneurship menjadi pebisnis ulung, Jakarta: Gramedia, 
rennymasmada.com/wp-content/uploads/2013/.../DirPemasaran.pdf
 

Job Desk & Job Spek (Direksi Keuangan)



Job desk adalah evaluasi sistematis terhadap tugas-tugas, lingkungan kerja, alat, bahan dan perlengkapan yang berkaitan dengan kinerja suatu pekerjaan
Job Spec yaitu merinci keterampilan, kemampuan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan secara efektif



Direktur Keuangan
Tujuan Jabatan:
Bertanggung jawab untuk mengarahkan penanggulanan berbagai jenis risiko financial (financial risk management) yang dihadapi perusahaan, melakukan koordinasi aktifitas di Direktorat Keuangan, mengkoordinasi aktifitas sinergi untukmencapai hasil bisnis yang optimal dari pelaksanaan seluruh usaha perusahaan

Tanggung Jawab Utama:
1.Mengkoordinir perumusan Strategi Jangka Panjang sebagai dasar perumusan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan (RKAP) dengan bekerja sama dengan Direksi lainnya
2.Memberlakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi dan menanggulangi berbagai jenis risiko finansial yang dapat dihadapi oleh perusahaan dengan berkoordinasi dengan Direksi lainnya.
3.Memastikan agar seluruh unit usaha dan wilayah kerja perusahaan mematuhi policy dan standard operating procedure (SOP) keuangan yang berlaku untuk masing-masing fungsi sesuai dengan rencana yang telah disetujui (businessunits oversight ).
4.Membangun sinergi dan berusaha mencapai hasil bisnis yang optimal dari pelaksanaan seluruh usaha perusahaan.
5.Memastikan ketersediaan dana operasional yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional sehari-hari, dengan melakukan koordinasi erat dengan para pimpinan unit usaha.
6.Memastikan konsolidasi keuangan yang akurat dan tepat waktu untuk keperluan pelaporan kepada Direksi dan Komisaris Perusahaan
Indikator:
• Strategi Jangka Panjang
Rencana Kerja Jangka Panjang
• Risk Management programs terlaksana
• Tingkat financial compliance
• Profit Business growth
• Ketersediaan dana operasional. 
2.Memberlakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi dan menanggulangi berbagai jenis risiko finansial yang dapat dihadapi oleh perusahaan dengan berkoordinasi dengan Direksi lainnya.3.Memastikan agar seluruh unit usaha dan wilayah kerja perusahaan mematuhipolicy dan standard operating procedure (SOP) keuangan yang berlaku untukmasing-masing fungsi sesuai dengan rencana yang telah disetujui (business units oversight).
4.Membangun sinergi dan berusaha mencapai hasil bisnis yang optimal dari pelaksanaan seluruh usaha perusahaan.5.Memastikan ketersediaan dana operasional yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional sehari-hari, dengan melakukan koordinasi eratdengan para pimpinan unit usaha.6.Memastikan konsolidasi keuangan yang akurat dan tepat waktu untuk keperluanpelaporan kepada Direksi dan Komisaris Perusahaan
Indikator:
• Strategi Jangka Panjang
Rencana Kerja Jangka Panjang
• Risk Management programs terlaksana
• Tingkat financial compliance
• Profit Business growth
• Ketersediaan dana operasional.
• On time reportingDimensi:
Keuangan: 
a)Target Revenue
b)Biaya Operasional
c)Target Profit

Non Keuangan:
a)Target Unit Terjual
b)Jumlah personil di unit usaha

Tinjauan Pustaka

Soegoto, Eddy Soeryanto, (2008), Enterpreneurship menjadi pebisnis ulung, Jakarta: Gramedia,